• Tue, Apr 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 April 2026 08:14  |

Pasar Berayun Jelang Deadline Iran, Bursa Asia Menguat Terbatas

Pasar keuangan bergerak berayun menjelang tenggat waktu Presiden AS Donald Trump terkait Iran pada Selasa (7/04) pukul 8 malam Waktu Timur AS. Sinyal gencatan senjata yang masih tentatif memberi penopang, namun risiko eskalasi konflik tetap menjaga volatilitas lintas aset.

Harga minyak Brent memangkas kenaikan awal dan kembali diperdagangkan sedikit di bawah US$110 per barel, mencerminkan kehati-hatian pasar menjelang batas waktu tersebut. Di sisi ekuitas, futures indeks saham AS menghapus pelemahan awal dan sempat bergerak nyaris datar, sejalan dengan perubahan sentimen yang cepat.

Bursa Asia dibuka menguat, dengan MSCI Asia Pacific Index naik 0,7% didorong kenaikan di Korea Selatan. Saham teknologi memimpin karena dipandang relatif lebih tahan terhadap dampak konflik di Timur Tengah, termasuk Samsung Electronics yang naik 1,5% setelah laba disebut melonjak delapan kali lipat.

Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran “berjalan baik,” namun menegaskan kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus menjadi bagian dari kesepakatan. Ia juga memperingatkan konsekuensi jika Iran tidak menerima syarat AS, memperkuat premi risiko geopolitik yang masih membayangi pasar.

Iran, melalui mediator Pakistan, dilaporkan menolak proposal gencatan senjata dan menuntut penghentian perang secara permanen, pencabutan sanksi, serta rekonstruksi, termasuk protokol keselamatan pelayaran melalui Hormuz. Di saat yang sama, perhatian pelaku pasar beralih ke rilis data inflasi utama pekan ini sebagai penentu ekspektasi kebijakan moneter.

Data yang dirilis Senin menunjukkan ekonomi jasa AS melambat pada Maret, dengan penurunan tenaga kerja terbesar sejak 2023 dan akselerasi harga input. Kombinasi risiko geopolitik dan sinyal makro yang campuran membuat pasar cenderung “wait and see”, sementara sebagian pelaku menilai fundamental ekonomi dan prospek laba masih cukup menopang, serta ada indikasi investor sistematis berpotensi kembali menambah eksposur saham setelah sebelumnya memangkas posisi.

S&P 500 futures: -0,1% (09.35 Tokyo)

Nikkei 225 futures (OSE): +0,7%

Topix: +0,8%

Australia S&P/ASX 200: +2,1%

Euro Stoxx 50 futures: +0,9%

5 Poin Terpenting:

- Pasar berfluktuasi jelang deadline Trump Selasa 20.00 ET terkait Iran.

- Brent tertahan di bawah US$110, menandakan pasar masih sensitif terhadap risiko eskalasi.

- Bursa Asia menguat (MSCI Asia Pacific +0,7%), dipimpin saham teknologi; Samsung +1,5%.

- Iran dilaporkan menolak proposal gencatan senjata dan menyertakan tuntutan terkait Hormuz dalam syaratnya.

- Investor menunggu data inflasi pekan ini; data terakhir menunjukkan jasa AS melambat dengan harga input naik, memengaruhi ekspektasi suku bunga Fed. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Risk-Off, Minyak Melonjak Lagi di Tengah Perang I...

Bursa Asia-Pasifik melemah pada Kamis, ketika investor masih bergulat dengan volatilitas harga minyak dan meningkatnya ketega...

12 March 2026 07:32
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai