SpaceX IPO, Wall Street Dapat Sentimen Baru
Wall Street ditutup menguat tajam pada Kamis (11/6) setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran. Keputusan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi militer baru di Timur Tengah dan mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko.
S&P 500 naik 1,75% ke 7.393,85, Nasdaq Composite menguat 2,53% ke 25.801,47, sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 1,84% ke 50.847,50. Kenaikan ini memperpanjang rebound setelah pada sesi sebelumnya indeks utama Wall Street turun lebih dari 1%.
Sentimen membaik setelah Trump mengatakan negosiasi dengan Teheran sudah dibawa ke level tertinggi kepemimpinan Iran dan mendapat dukungan dari sejumlah negara kawasan. Pernyataan tersebut membuat harga minyak turun tajam karena pasar mulai melepas sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya muncul dari konflik AS–Iran dan gangguan Selat Hormuz.
Momentum pasar juga didukung antusiasme menjelang debut SpaceX di bursa. Perusahaan milik Elon Musk itu menetapkan harga IPO di US$135/saham, menggalang dana sekitar US$75 miliar, dan mencapai valuasi US$1,77 triliun. Saham SpaceX dijadwalkan mulai diperdagangkan pada Jumat dan menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah AS.
Namun, tidak semua faktor makro mendukung. Data menunjukkan PPI AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada Mei, mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun. Angka ini menjaga kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih kuat, terutama setelah konflik Timur Tengah sebelumnya mendorong harga energi lebih tinggi.
Dari sisi kebijakan moneter, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Namun, pasar masih memperhitungkan setidaknya satu kenaikan 25 bps hingga akhir tahun. Artinya, rebound Wall Street saat ini lebih banyak digerakkan oleh meredanya risiko geopolitik dan euforia IPO, sementara risiko inflasi dan suku bunga tetap menjadi pembatas.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id