• Thu, Jun 11, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

11 June 2026 07:29  |

Minyak Melonjak, Hormuz Kembali Jadi Titik Tekan Pasar

Harga minyak kembali melonjak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer hari kedua terhadap Iran. Eskalasi ini membuat gencatan senjata yang sudah rapuh semakin tertekan, terutama setelah Iran menyatakan penghentian seluruh lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz sebagai respons atas serangan terbaru AS.

Brent naik lebih dari 2% ke US$95,25/barel, sementara WTI menguat 2,7% ke US$92,48/barel setelah sempat naik hingga 4% pada awal sesi. Kenaikan ini memperpanjang reli dua hari, karena pasar kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke harga minyak.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan bisa dihentikan setelah pembicaraan langsung dengan pejabat Iran, tetapi ia juga memperingatkan serangan lanjutan jika Teheran tidak menandatangani kesepakatan damai sementara. Trump menuduh Iran memperlambat negosiasi, sementara Komando Pusat AS menyebut serangan terbaru sebagai respons terhadap agresi Iran yang berlanjut.

Iran menyatakan Selat Hormuz telah ditutup sepenuhnya, meski militer AS menyebut kapal komersial masih terus melintas. Perbedaan klaim ini membuat pasar sulit membaca kondisi pasokan sebenarnya. Namun, gangguan terhadap Hormuz tetap penting karena jalur ini menjadi titik transit utama minyak, bahan bakar, dan gas alam dari Timur Tengah ke pasar global.

Dari sisi fundamental, tekanan pasokan juga diperkuat oleh data Amerika Serikat. Persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel pekan lalu, melanjutkan penurunan selama tujuh pekan berturut-turut. Stok di Cushing, Oklahoma, juga ikut turun tipis, menandakan pasar fisik masih menyerap pasokan yang terbatas.

Untuk saat ini, arah minyak sangat bergantung pada dua hal: apakah diplomasi AS–Iran bisa kembali berjalan, dan apakah arus kapal melalui Hormuz benar-benar terganggu lebih luas. Jika penutupan Hormuz berlanjut, harga energi berisiko tetap tinggi dan dapat menambah tekanan inflasi global. Namun jika aliran minyak tetap bergerak meski terbatas, kenaikan harga bisa lebih terkendali.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai