Serangan Batal, Negosiasi Iran Kembali Hidup
Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer baru terhadap Iran, hanya beberapa jam setelah sebelumnya mengancam akan menyerang Teheran “sangat keras” dan mengambil alih infrastruktur minyak utama negara tersebut. Perubahan sikap ini langsung mengubah sentimen pasar, dengan harga minyak turun ke bawah US$90/barel dan saham kembali menguat.
Trump menyebut serangan dibatalkan karena pembicaraan untuk mengakhiri perang sudah dibawa ke level tertinggi kepemimpinan Iran. Ia juga mengatakan dokumen kesepakatan bisa diselesaikan dalam beberapa hari, bahkan menyebut kemungkinan penandatanganan di Eropa pada akhir pekan dengan kehadiran Wakil Presiden JD Vance. Namun, belum jelas apakah Iran akan ikut serta, karena media semi-resmi Iran melaporkan teks kesepakatan belum disetujui oleh para pemimpin Teheran.
Pernyataan Trump menjadi pembalikan tajam dari ancaman sebelumnya. Pada hari yang sama, ia sempat menyatakan AS akan menyerang Iran lagi dan mengancam mengambil alih Pulau Kharg, pusat penting ekspor minyak Iran. Namun ia kemudian menarik nada tersebut dengan mengatakan belum tentu publik AS memiliki keinginan untuk operasi militer sebesar itu.
Meski peluang diplomasi kembali muncul, risiko di lapangan belum hilang. Gencatan senjata dua bulan sebelumnya sudah runtuh setelah gelombang serangan balasan antara AS dan Iran. Pembicaraan disebut tetap berjalan dengan Qatar mengambil peran lebih besar sebagai mediator, tetapi kedua pihak masih memakai tekanan militer sebagai alat tawar dalam negosiasi.
Hambatan utama tetap besar. Iran menuntut pencairan lebih dari US$10 miliar dana yang dibekukan di luar negeri, sementara AS menuntut Teheran menyerahkan atau menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi. Iran juga menginginkan gencatan di Lebanon, tempat Israel masih berhadapan dengan Hezbollah, sekutu utama Teheran.
Bagi pasar, fokus utama tetap Selat Hormuz. Trump mengatakan blokade laut AS terhadap Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan selesai, sementara Iran sebelumnya menyatakan Hormuz tertutup untuk semua kapal. Jika jalur ini tetap terganggu, risiko lonjakan minyak masih besar. Namun kabar bahwa serangan AS ditunda dan negosiasi berlanjut memberi ruang bagi pasar untuk melepas sebagian premi risiko, menekan minyak, mendukung saham, dan membatasi penguatan dolar safe haven.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id