ECB Hike Rate, Lagarde Soroti Inflasi Energi
Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde menegaskan bahwa keputusan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni didorong oleh risiko inflasi yang belum sepenuhnya terkendali. ECB melihat tekanan harga mulai meluas, terutama setelah lonjakan biaya energi akibat ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan.
Lagarde mengatakan sektor manufaktur masih mampu bertahan, sementara konsumsi diperkirakan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan. Ia juga menilai pendapatan bersih pekerja yang positif dapat membantu menopang belanja rumah tangga, meski kondisi ekonomi Zona Euro tetap menghadapi tekanan dari harga energi dan ketidakpastian global.
ECB juga menyoroti peran investasi yang masih ditopang oleh belanja pemerintah. Namun, bank sentral akan terus memantau ukuran dan durasi kenaikan harga energi, karena tekanan yang berlangsung lama dapat membuat inflasi lebih sulit kembali ke target.
Menurut Lagarde, ekspektasi inflasi jangka pendek telah meningkat, sementara ekspektasi jangka panjang masih relatif tertambat di sekitar target. ECB kini memperkirakan inflasi baru kembali ke target pada musim gugur 2027, menandakan proses normalisasi harga berjalan lebih lambat dari sebelumnya.
Dari sisi stabilitas keuangan, Lagarde memperingatkan bahwa penurunan tajam dan mendadak pada harga aset dapat menimbulkan risiko bagi sistem keuangan. Pernyataan ini menunjukkan ECB tidak hanya fokus pada inflasi, tetapi juga memperhatikan dampak suku bunga tinggi terhadap pasar keuangan dan sentimen investor.
Bagi pasar, pesan Lagarde cenderung hati-hati. ECB belum memberi sinyal pelonggaran cepat karena inflasi masih meluas dan energi tetap menjadi risiko utama. Namun, bank sentral juga harus menjaga keseimbangan agar pengetatan tidak terlalu menekan pertumbuhan. Fokus berikutnya adalah data inflasi, harga energi, ekspektasi konsumen, dan ketahanan konsumsi rumah tangga Zona Euro.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id