Trump Batalkan Serangan, Minyak Langsung Turun
Harga minyak turun tajam ke level terendah sejak April pada Kamis (11/6) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran bisa ditandatangani paling cepat akhir pekan ini. Pernyataan tersebut membuat pasar melepas sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak selama konflik berlangsung.
Brent turun 2,9% dan ditutup di US$90,38/barel, sementara WTI melemah 2,6% ke US$87,71/barel di New York. Pelemahan berlanjut setelah Trump menyatakan AS “baru saja membuat penyelesaian besar” terkait perang dengan Iran dan menyebut penandatanganan bisa dilakukan di Eropa dengan kehadiran Wakil Presiden JD Vance.
Sebelumnya, Trump juga membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Ia menarik kembali ancaman untuk menyerang Teheran dan mengambil alih terminal minyak Pulau Kharg, pusat penting ekspor minyak Iran. Perubahan nada ini memperkuat harapan bahwa diplomasi dapat kembali menekan risiko gangguan pasokan energi.
Namun, pasar belum sepenuhnya yakin karena belum ada konfirmasi resmi dari Iran. Media semi-resmi Fars melaporkan Teheran belum menyetujui teks kesepakatan apa pun dengan AS. Dalam beberapa bulan terakhir, pesan dari Washington juga sering berubah cepat, dari ancaman militer menjadi klaim bahwa kesepakatan sudah dekat.
Faktor pasokan turut menekan harga. Jumlah tanker yang bergerak melalui Selat Hormuz dilaporkan meningkat, sehingga aliran minyak dari kawasan Teluk mulai membaik dari sebelumnya hanya terbatas. Trump mengatakan lebih dari 100 juta barel minyak telah melintasi jalur tersebut sejak misi rahasia AS membantu perdagangan maritim di kawasan.
Meski demikian, risiko pasar belum hilang. Persediaan minyak AS termasuk cadangan strategis turun 15 juta barel pekan lalu dan sudah menyusut lebih dari 70 juta barel dalam lima pekan terakhir. Inventori bahan bakar di Singapura juga berada di level terendah sejak 2013. Artinya, harga minyak memang turun karena harapan damai, tetapi pasar fisik masih menunjukkan pasokan yang ketat.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id