
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
USD/JPY bergerak menguat pada perdagangan Senin (14/9) setelah sempat mencatat pelemahan tipis pada sesi sebelumnya. Pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 154,60 pada jam perdagangan Eropa, didukung oleh penguatan dolar AS.
Dolar AS mendapat dorongan dari kenaikan harga minyak dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Kekhawatiran terhadap krisis Timur Tengah yang berkepanjangan membuat harga energi tetap tinggi dan kembali memunculkan risiko tekanan inflasi global.
Harga minyak mentah rebound mendekati level tertinggi hampir empat bulan setelah serangan drone memaksa Arab Saudi menutup jalur pipa utama. Jalur tersebut selama ini menjadi rute penting untuk mengalihkan ekspor minyak dari risiko gangguan di Selat Hormuz.
Dari sisi data ekonomi, tekanan terhadap The Fed untuk kembali mengetatkan kebijakan juga meningkat. CME FedWatch Tool menunjukkan pasar kini memperkirakan peluang 87% kenaikan suku bunga seperempat poin pada pertemuan berikutnya, melonjak dari 59% pada pekan sebelumnya.
Ekspektasi tersebut menguat setelah data inflasi AS kembali panas. Consumer Price Index naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, sehingga inflasi tahunan berada di 3,4%. Core CPI juga naik 0,3% secara bulanan, lebih tinggi dari kenaikan sebelumnya dan perkiraan pasar sebesar 0,2%.
Analisis Newsmaker: Penguatan USD/JPY saat ini didorong oleh kombinasi harga minyak tinggi, CPI AS yang panas, dan peluang Fed hike yang meningkat tajam. Namun, kenaikan pasangan ini masih bisa tertahan karena yen Jepang berpotensi mendapat dukungan dari ekspektasi pengetatan Bank of Japan, pembongkaran carry trade, dan repatriasi modal domestik. Jika The Fed semakin hawkish, USD/JPY berpeluang lanjut naik. Namun, jika BoJ memberi sinyal kenaikan bunga lebih agresif, yen bisa rebound dan membatasi penguatan dolar AS terhadap yen. (arl)
Sumber : Newsmaker.id