
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS menguat tajam pada perdagangan Senin (14/9) dan berada di jalur mencatat kenaikan harian terbaik sejak 17 Juni. Bloomberg Dollar Spot Index naik hingga 0,6% menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu, setelah bergerak relatif datar pada perdagangan Jumat.
Penguatan dolar mendapat dukungan dari kenaikan yield Treasury AS. Yield obligasi tenor 10 tahun naik untuk sesi kelima berturut-turut dan menembus 5%, level tertinggi sejak 2023. Harga minyak WTI yang masih bertahan di atas US$100 per barel juga menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi dan memperkuat ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish.
Seluruh mata uang utama G-10 melemah terhadap dolar. Dolar Selandia Baru dan krona Swedia turun sekitar 1%, sementara yen Jepang melemah lebih dari 0,8%, menjadi penurunan harian terburuknya dalam sepekan. Pasar opsi juga mulai menunjukkan meningkatnya posisi yang mengantisipasi penguatan dolar lebih lanjut.
Meski demikian, ruang kenaikan dolar dinilai mulai terbatas. Pasar telah memperhitungkan sekitar 100 basis poin pengetatan kebijakan The Fed selama 12 bulan ke depan. Artinya, keputusan hawkish pada Rabu mungkin tidak lagi memberikan dorongan sebesar sebelumnya karena sebagian besar ekspektasi tersebut sudah tercermin dalam harga pasar.
Analisa Newsmaker: kombinasi yield Treasury di atas 5%, minyak di atas US$100, dan ekspektasi Fed yang hawkish masih mendukung dolar menjelang FOMC. Namun, karena pasar telah memasukkan ekspektasi pengetatan yang cukup agresif, perhatian investor akan lebih tertuju pada panduan Kevin Warsh. Jika The Fed tidak se-hawkish yang diperkirakan, dolar justru berisiko mengalami aksi ambil untung. (arl)
Sumber : Newsmaker.id