
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak melonjak tajam pada perdagangan Senin (14/9) setelah serangan Houthi terhadap Arab Saudi kembali meningkat dan pertemuan antara Iran dengan negara-negara Teluk mengenai Selat Hormuz ditunda. Brent sempat melonjak 4,3% ke US$109,14 per barel, sementara WTI naik sekitar 4% menjadi US$104,04 per barel.
Kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan menguasai sejumlah pulau strategis di bagian selatan Laut Merah, termasuk Greater Hanish dan Lesser Hanish. Lokasi tersebut berada tidak jauh dari Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Ketegangan semakin meningkat setelah Houthi melancarkan serangan drone terhadap wilayah selatan Arab Saudi. Serangan tersebut ikut menyebabkan penutupan pipa East-West Saudi yang menjadi jalur alternatif pengiriman minyak ketika Selat Hormuz terganggu. Jika operasi pipa tidak segera kembali normal, pasar memperkirakan hingga 4% pasokan minyak global berisiko terdampak.
Harapan terhadap deeskalasi juga menurun setelah pertemuan antara Iran dan sejumlah negara Teluk di Oman ditunda. Pertemuan tersebut sebelumnya diharapkan dapat membuka jalan bagi kesepakatan sementara mengenai pelayaran di Selat Hormuz, yang sebelum konflik membawa sekitar seperlima minyak dan LNG dunia.
Analisa Newsmaker: fundamental minyak masih cenderung bullish karena pasar menghadapi risiko secara bersamaan di Hormuz, Bab el-Mandeb, dan jalur pipa Saudi. Selama belum ada kemajuan diplomatik dan gangguan pengiriman belum mereda, premi risiko geopolitik berpotensi menjaga Brent dan WTI tetap di level tinggi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id