
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang menguat melewati level 154 per dolar AS pada perdagangan Selasa (8/9), mencapai posisi terkuat sejak Februari. Penguatan tajam tersebut memperpanjang pembalikan yen dari tekanan besar yang sebelumnya sempat membawanya ke level terlemah dalam sekitar empat dekade pada Juli. Sentimen kini berubah seiring investor meningkatkan ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan Bank of Japan.
Reli yen mendapat dukungan dari sejumlah faktor, termasuk pembalikan strategi carry trade, potensi repatriasi dana investor Jepang dari luar negeri, serta meningkatnya tekanan politik agar otoritas mengambil langkah lebih tegas untuk menjaga stabilitas mata uang. Penguatan yen membuat investor yang sebelumnya meminjam mata uang tersebut dengan biaya rendah mulai mempertimbangkan untuk menutup posisi mereka.
Ekspektasi terhadap Bank of Japan juga semakin hawkish. Pasar memperkirakan bank sentral berpotensi menaikkan suku bunga pada pertemuan September. Seorang penasihat ekonomi Perdana Menteri Sanae Takaichi bahkan memperkirakan BOJ dapat menaikkan bunga bulan ini dan kembali melakukan pengetatan paling lambat Januari tahun depan.
Perubahan ekspektasi tersebut cukup signifikan karena pemerintahan Takaichi sebelumnya dikenal lebih mendukung kebijakan moneter yang longgar. Namun, pelemahan yen yang ekstrem dan risiko inflasi impor membuat kebutuhan terhadap kebijakan yang lebih ketat semakin mendapat perhatian.
Dukungan tambahan datang dari data upah Jepang. Pertumbuhan gaji mencatat laju tercepat sejak 1997, memperkuat pandangan bahwa tekanan upah domestik semakin berkelanjutan. Kenaikan upah menjadi salah satu faktor penting yang dipantau BOJ karena dapat menjaga inflasi dan memberikan ruang bagi bank sentral untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter.