
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS melonjak pada perdagangan Senin (14/9) dan mencapai level tertinggi dalam hampir dua pekan setelah pasar semakin yakin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan ini. Indeks dolar naik sekitar 0,55% ke level 99,55, sekaligus memulihkan sebagian pelemahan dalam dua pekan sebelumnya.
Penguatan dolar menekan mata uang utama lainnya. EUR/USD turun sekitar 0,5% ke area 1,1500, level terendah hampir dua pekan. Sementara USD/JPY naik 0,65% ke sekitar 154,55 setelah yen sebelumnya mencatat penguatan kuat. Meski terkoreksi, yen masih menguat sekitar 4% sepanjang September.
Pasar memperkirakan peluang sekitar 86% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ekspektasi tersebut menguat setelah inflasi AS bertahan di 3,4% dan Core CPI naik 0,3% secara bulanan. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bahkan sempat menembus 5%, sementara pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan bunga lanjutan pada Desember.
Fokus pasar valuta asing pekan ini tidak hanya tertuju pada The Fed. Bank of England dan Bank of Japan juga akan mengumumkan kebijakan suku bunga. BOJ diperkirakan menaikkan bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, sehingga arah yen berpotensi tetap sangat sensitif terhadap panduan kebijakan bank sentral Jepang.
Lonjakan harga minyak semakin memperkuat tekanan inflasi. Brent naik sekitar 3% mendekati US$112 per barel setelah serangan terhadap infrastruktur pipa Arab Saudi dan meningkatnya aktivitas Houthi di Laut Merah.
Analisa Newsmaker: kombinasi minyak tinggi, inflasi yang masih kuat, dan prospek kenaikan bunga The Fed menjaga bias dolar tetap bullish. Jika DXY mampu bertahan di atas 99,50, area 100 kembali menjadi level yang sangat mungkin diuji. (arl)
Sumber : Newsmaker.id