
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham AS melemah pada perdagangan Senin (14/9) setelah investor menghadapi tekanan dari saham teknologi, kenaikan yield Treasury, dan lonjakan harga minyak. S&P 500 turun sekitar 0,7%, Nasdaq Composite merosot 1%, sementara Dow Jones kehilangan sekitar 233 poin atau 0,4%.
Tekanan terbesar datang dari saham yang terkait kecerdasan buatan. Sentimen memburuk setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perlambatan pengembangan model AI paling canggih karena alasan keamanan. CEO OpenAI Sam Altman juga mengatakan rencana IPO pada tahun ini dinilai belum tepat, menambah ketidakpastian terhadap valuasi sektor AI.
Saham teknologi utama ikut tertekan. Nvidia dan Broadcom masing-masing turun sekitar 3%, AMD dan Intel melemah 5%, sementara Marvell Technology anjlok sekitar 6%. Pelemahan tersebut membuat sektor teknologi menjadi pemberat utama Nasdaq.
Pasar juga dibebani kenaikan harga minyak setelah Arab Saudi menutup pipa utama yang menjadi alternatif jalur Selat Hormuz. WTI naik sekitar 3% ke atas US$103 per barel, sementara Brent melonjak sekitar 4% ke atas US$108. Kenaikan energi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.
Analisa Newsmaker: tekanan Wall Street semakin besar karena pasar menghadapi kombinasi risiko AI, minyak tinggi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bahkan menembus 5,012%, level tertinggi sejak Oktober 2023. Dengan peluang Fed hike mendekati 90%, saham teknologi dan aset berisiko masih berpotensi menghadapi volatilitas tinggi. (arl)
Sumber : Newsmaker.id