
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dollar Index menguat sekitar 0,4% ke area 99,50 pada perdagangan Senin (14/9) setelah pasar semakin yakin Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pekan ini. DXY sempat mendekati 99,60 pada sesi Eropa, tetapi kenaikannya mulai tertahan ketika perdagangan New York berlangsung.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun sempat menembus 5%, tetapi kondisi tersebut tidak langsung mendorong dolar lebih tinggi. Pasar menilai kenaikan yield bukan hanya mencerminkan ekonomi AS yang kuat, tetapi juga meningkatnya biaya pinjaman pemerintah, kebutuhan pembiayaan besar, investasi pusat data AI, dan tekanan inflasi dari harga minyak yang berada di atas US$103 per barel.
Keunggulan dolar dari sisi suku bunga juga mulai mengecil karena bank sentral utama lainnya ikut melakukan pengetatan. ECB telah menaikkan bunga menjadi 2,50%, Bank of Japan diperkirakan menaikkan bunga pada Jumat, sementara Bank of England juga masih membuka peluang pengetatan berikutnya. Akibatnya, selisih suku bunga AS dengan negara lain tidak melebar sebesar yang sebelumnya diharapkan pasar.
Euro menjadi sumber utama kenaikan DXY karena memiliki bobot terbesar dalam indeks. EUR/USD turun ke sekitar 1,1500, level terendah sejak pertengahan Agustus. Sementara yen tetap relatif kuat setelah naik sekitar 4% sepanjang bulan, dibantu ekspektasi kenaikan bunga BOJ dan intervensi besar Jepang sebelumnya.
Analisa Newsmaker: fundamental dolar masih didukung oleh ekspektasi Fed hike, minyak tinggi, dan yield Treasury yang kuat. Namun, DXY mulai menghadapi batas kenaikan karena bank sentral lain juga semakin hawkish. Jika The Fed hanya memberikan kenaikan bunga yang sudah sepenuhnya diperkirakan tanpa tambahan sinyal hawkish, DXY berpotensi kembali kesulitan menembus area 100.(yds)
Sumber: Newsmaker.id