
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (9/9), bergerak mendekati 153 per dolar AS dan bertahan di sekitar level terkuatnya dalam hampir tujuh bulan. Penguatan terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memberikan peringatan kepada pelaku pasar yang masih bertaruh terhadap pelemahan mata uang Jepang.
Bessent mengatakan dirinya memiliki “pretty good insight” mengenai langkah yang kemungkinan akan diambil Bank of Japan (BOJ) dan pemerintah Jepang. Komentar tersebut muncul setelah Amerika Serikat dan Jepang sebelumnya melakukan intervensi bersama membeli yen pada 31 Juli untuk mencegah pelemahan mata uang Jepang memicu ketidakstabilan lebih luas di pasar global.
USD/JPY turun sekitar 0,3% ke area 153,50 pada Rabu, sementara yen telah menguat sekitar 3,6% terhadap dolar selama satu bulan terakhir. Reli tersebut semakin kuat seiring pasar memperkirakan BOJ akan kembali menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan pekan depan.
Ekspektasi pengetatan BOJ juga didukung perkembangan ekonomi domestik. Pertumbuhan upah Jepang baru-baru ini mencapai laju tercepat sejak 1997, sementara revisi pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi memperkuat pandangan bahwa bank sentral memiliki ruang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya.
Penguatan yen sekaligus mendorong pembongkaran posisi yen carry trade, yakni strategi meminjam yen berbiaya rendah untuk membeli aset dengan imbal hasil lebih tinggi di luar Jepang. Prospek kenaikan suku bunga BOJ dan meningkatnya imbal hasil obligasi domestik juga mendorong ekspektasi repatriasi modal investor Jepang dari pasar luar negeri.
Pergerakan yen selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan BOJ serta seberapa jauh bank sentral memberikan sinyal pengetatan lanjutan. Jika BOJ menaikkan suku bunga dan mempertahankan nada hawkish, yen berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, sikap yang lebih hati-hati dapat memicu aksi ambil untung setelah reli kuat mata uang Jepang dalam beberapa pekan terakhir.(CP)