
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak ditutup menguat pada perdagangan Senin (14/9) setelah serangan baru terhadap infrastruktur energi Arab Saudi dan kapal-kapal di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan. Brent naik US$1,07 atau 1% menjadi US$105,68 per barel, sementara WTI menguat US$1,34 atau 1,3% ke US$101,39 per barel.
Kedua acuan minyak sempat melonjak hampir 5% sebelum memangkas kenaikan. Reli mereda setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan dengan Washington, sehingga pasar kembali melihat peluang deeskalasi meski ketegangan di kawasan masih tinggi.
Kelompok Houthi yang didukung Iran kembali menyerang Arab Saudi dengan puluhan rudal dan drone ke pangkalan udara di Khamis Mushait. Kelompok tersebut juga memperluas kontrol di Yaman, termasuk merebut Pulau Perim yang berada di dekat jalur strategis Bab el-Mandeb.
Risiko pasokan semakin besar setelah serangan terpisah melumpuhkan pipa East-West Arab Saudi, jalur penting yang memungkinkan ekspor minyak menghindari Selat Hormuz. Gangguan pipa tersebut berpotensi mengancam hingga sekitar 4% pasokan minyak global jika berlangsung lama.
Analisa Newsmaker: harga minyak masih mendapat dukungan kuat dari risiko geopolitik dan gangguan jalur ekspor. Namun, pernyataan Trump mengenai kemungkinan kesepakatan dengan Iran menunjukkan bahwa setiap sinyal diplomasi dapat dengan cepat memangkas premi risiko. Selama Hormuz, Bab el-Mandeb, dan pipa Saudi belum kembali normal, Brent dan WTI berpotensi tetap bertahan di level tinggi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id