
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Senin (14/9) setelah aksi jual tajam melanda saham semikonduktor dan perusahaan terkait kecerdasan buatan. S&P 500 turun 0,5%, Nasdaq 100 melemah 0,8%, sementara Dow Jones kehilangan sekitar 152 poin.
Tekanan pada sektor teknologi meningkat setelah CEO Anthropic Dario Amodei menyerukan perlambatan pengembangan AI untuk mengurangi risiko dari model yang semakin canggih. Pandangan tersebut juga mendapat dukungan dari CEO OpenAI Sam Altman dan Elon Musk, sehingga investor mulai lebih berhati-hati terhadap prospek investasi di sektor chip dan infrastruktur AI.
Saham Nvidia turun 3,4%, Broadcom anjlok 4,8%, Micron melemah 5,2%, dan Intel turun 5,6%. Lam Research bahkan merosot 8,3%, sementara GE Vernova jatuh 8,6%. Pelemahan sektor perbankan dan manufaktur turut menekan Dow Jones.
Tekanan pasar juga datang dari yield Treasury AS tenor 10 tahun yang sempat menembus 5% untuk pertama kalinya sejak 2023. Lonjakan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi, sementara pasar secara luas memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu.
Analisa Newsmaker: Wall Street masih menghadapi kombinasi tekanan dari valuasi saham AI, yield tinggi, dan risiko inflasi energi. Selama pasar tetap mengantisipasi Fed yang hawkish dan harga minyak bertahan tinggi, saham teknologi dan sektor sensitif terhadap suku bunga berpotensi tetap volatil.
Sumber: Newsmaker.id