
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Yen Jepang kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (10/9), setelah dolar AS menguat usai rilis data ekonomi Amerika Serikat. USD/JPY bergerak di sekitar 153,93, didukung oleh kenaikan greenback setelah data inflasi produsen AS menunjukkan tekanan harga masih kuat.
Producer Price Index (PPI) AS naik 5,4% secara tahunan pada Agustus, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 5,3% dan meningkat dari bulan sebelumnya yang direvisi menjadi 4,8%. Core PPI, yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi, naik 4,6% secara tahunan, sesuai ekspektasi dan lebih tinggi dari 4,3% pada Juli.
Secara bulanan, headline PPI naik 0,4%, sementara core PPI meningkat 0,2%. Data ini memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen masih belum sepenuhnya mereda, terutama di tengah kenaikan harga energi dan biaya input.
Data tenaga kerja AS juga masih menunjukkan ketahanan. Initial Jobless Claims turun menjadi 206.000 pada pekan yang berakhir 5 September, dari 207.000 pada pekan sebelumnya, meskipun sedikit di atas ekspektasi 205.000. Continuing Jobless Claims juga turun tipis menjadi 1,774 juta.
Kombinasi PPI yang lebih panas dan pasar tenaga kerja yang masih solid membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed kembali meningkat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September kini mendekati 70%, naik dari sekitar 61% sebelum data dirilis.
Analisis Newsmaker: Penguatan USD/JPY menunjukkan pasar kembali memberi dukungan pada dolar AS setelah data PPI memperkuat narasi hawkish The Fed. Namun, kenaikan pasangan ini masih bisa tertahan karena pasar juga memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan September. Fokus utama berikutnya berada pada data CPI AS Jumat. Jika CPI lebih panas dari ekspektasi, USD/JPY berpeluang kembali menguat. Sebaliknya, jika inflasi melandai tajam, dolar AS bisa kehilangan momentum dan memberi ruang bagi yen untuk rebound. (asd)