
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar Amerika Serikat kembali menguat terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Kamis (10/9), membalik sebagian pelemahan yang terjadi sepanjang pekan. Dollar Index naik sekitar 0,15% ke 98,93 dan berada di jalur menghentikan penurunan selama tiga sesi berturut-turut.
Penguatan dolar terutama didorong data Producer Price Index (PPI) AS yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga pekan depan. Meski PPI utama bergerak sesuai ekspektasi, pasar tetap melihat tekanan inflasi cukup tinggi, terutama setelah harga energi melonjak tajam.
Perhatian investor kini beralih ke data Consumer Price Index (CPI) AS. Pasar menilai CPI akan menjadi indikator yang lebih menentukan bagi arah kebijakan The Fed, sehingga volatilitas dolar berpotensi tetap tinggi menjelang rilis tersebut.
Euro melemah meskipun European Central Bank menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk kedua kalinya tahun ini. EUR/USD turun tipis ke sekitar 1,163. Kenaikan bunga ECB dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kembali risiko inflasi yang dipicu lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.
Harga Brent melonjak sekitar 5% ke US$106,56 per barel setelah Houthi yang bersekutu dengan Iran mengambil alih pelabuhan Mocha di Yaman, sementara lalu lintas melalui Selat Hormuz masih terbatas. Tingginya harga minyak menjadi tekanan tambahan bagi ekonomi Eropa yang sangat bergantung pada impor energi.
Yen Jepang juga kehilangan sebagian penguatan sebelumnya. USD/JPY naik sekitar 0,41% ke 154,14 setelah yen mencatat reli dalam tiga sesi terakhir. Meski demikian, mata uang Jepang masih bertahan dekat level terkuat tujuh bulan menjelang ekspektasi kenaikan bunga Bank of Japan.
Pound sterling turut melemah sekitar 0,16% ke 1,3521, sementara dolar Kanada turun ke sekitar C$1,382 per dolar AS. Yuan China relatif stabil di sekitar 6,710 per dolar, dekat level terkuat dalam tiga setengah tahun.
Analisa Newsmaker: dolar kembali mendapat dukungan dari kombinasi PPI, kenaikan yield, dan ekspektasi The Fed yang lebih hawkish. Namun, arah berikutnya masih sangat bergantung pada CPI AS. Inflasi yang lebih panas dapat mendorong DXY kembali menguji area 99, sedangkan CPI yang lebih lunak berpotensi kembali menekan dolar dan memberi ruang pemulihan bagi euro, yen, serta emas.
Sumber: Newsmaker.id