
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Indeks saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis (10/9), tertekan oleh lonjakan harga minyak dan bahan bakar yang mendorong yield Treasury lebih tinggi serta meningkatkan kekhawatiran terhadap margin perusahaan. S&P 500 turun 0,6%, Nasdaq merosot 1,1%, sementara Dow Jones kehilangan 316 poin.
Tekanan inflasi kembali menjadi perhatian setelah Producer Price Index (PPI) AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus. Kenaikan harga produsen terutama dipicu oleh tekanan energi di tengah konflik Iran, sementara harga minyak terus meningkat sejak awal September akibat eskalasi perang dan penguatan permintaan dari Asia.
Lonjakan minyak memperbesar kekhawatiran bahwa inflasi energi akan bertahan lebih lama dan membuat Federal Reserve tetap mempertahankan kebijakan moneter ketat. Yield Treasury ikut meningkat, memberikan tekanan khusus terhadap saham-saham teknologi yang sensitif terhadap kenaikan biaya pendanaan jangka panjang.
Saham produsen chip menjadi salah satu kelompok dengan penurunan terbesar. Nvidia merosot 2,3%, Micron jatuh 4,9%, AMD turun 3,4%, sementara Intel anjlok 5,6%. Oracle juga melemah 5,4% menjelang laporan keuangannya, sedangkan Meta dan Palantir masing-masing turun 1,4% dan 2,2%.
Di tengah tekanan tersebut, Apple menjadi pengecualian dengan melonjak 3,6%, memangkas sebagian kerugian pada sesi sebelumnya setelah perusahaan mengumumkan sejumlah produk baru, termasuk iPhone Duo yang dapat dilipat.
Analisa Newsmaker: Wall Street saat ini menghadapi kombinasi negatif dari harga energi tinggi, inflasi dan kenaikan yield Treasury. Kondisi tersebut dapat semakin menekan saham teknologi jika pasar terus meningkatkan ekspektasi kenaikan bunga The Fed. Perhatian berikutnya tertuju pada data CPI AS yang berpotensi menentukan apakah tekanan yield akan berlanjut atau mulai mereda.
Sumber: Newsmaker.id