
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Amerika Serikat kembali melemah setelah menampilkan harga minyak dan bahan bakar mendorong imbal hasil Treasury naik serta menekan prospek margin perusahaan. S&P 500 turun 0,6% ke level terendah dalam satu bulan, Dow Jones melemah 0,4%, sementara Nasdaq 100 turun lebih dalam sebesar 1,3%.
Tekanan terhadap pasar meningkat setelah data Indeks Harga Produsen atau PPI AS naik 0,4% secara bulanan pada Agustus. Kenaikan harga produsen tersebut memicu penawaran energi grosir setelah perang di Iran kembali memperkuat risiko pasokan.
Harga minyak dan bahan bakar terus menguat sejak awal September, mendorong eskalasi konflik serta meningkatkan permintaan dari Asia. Kondisi ini menambah kekhawatiran bahwa inflasi energi dapat bertahan lebih lama dan memperbesar peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan depan.
Saham produsen chip ikut tertekan karena sektor ini sensitif terhadap kenaikan biaya kredit jangka panjang. Marvell, Intel, dan Lam Research masing-masing turun sekitar 3%, Nvidia melemah 1%, sementara Oracle turun 1,5% menjelang laporan kinerja. Di sisi lain, Apple bergerak sedikit lebih tinggi setelah mengumumkan sejumlah produk baru, termasuk iPhone Duo lipat.
Analisis Newsmaker: Pelemahan Wall Street menunjukkan pasar mulai kembali defensif karena kombinasi PPI panas, harga minyak tinggi, dan imbal hasil Treasury yang meningkat. Jika inflasi energi terus menekan biaya produksi, margin perusahaan berisiko menyempit dan valuasi saham teknologi bisa semakin terbebani. S&P 500 yang turun ke level terendah satu bulan menjadi sinyal bahwa investor mulai mengurangi risiko menjelang keputusan The Fed. (asd)