
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak melemah pada perdagangan Kamis, dengan XAG/USD turun sekitar 0,93% menjadi US$66,68 per troy ounce. Pada perdagangan Rabu, logam tersebut berada di sekitar US$67,31 per ounce.
Pelemahan terbaru menunjukkan silver masih kesulitan mempertahankan momentum penguatan setelah mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa sesi terakhir. Secara year-to-date, harga perak tercatat telah turun sekitar 6,19%.
Pergerakan silver juga masih dipengaruhi prospek kebijakan moneter Amerika Serikat. Tingginya yield Treasury dan ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan ketat menjadi tekanan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan tingginya harga minyak memberikan sentimen yang kompleks. Risiko geopolitik dapat meningkatkan permintaan safe haven, tetapi lonjakan energi juga memperbesar tekanan inflasi dan peluang suku bunga tetap tinggi.
Investor kini mencermati data inflasi AS untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai arah kebijakan The Fed. Data yang lebih panas dapat memperpanjang tekanan terhadap silver, sementara inflasi yang lebih lunak berpotensi memberikan ruang bagi harga untuk kembali pulih.
Analisa Newsmaker: silver masih memiliki bias lemah dalam jangka pendek setelah turun di bawah US$67. Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada dolar, yield Treasury, dan hasil data inflasi AS. Pelemahan yield dan dolar dapat membantu silver rebound, sedangkan kenaikan keduanya berpotensi mempertahankan tekanan jual. (arl)
Sumber : Newsmaker.id