
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar Amerika Serikat bergerak stabil di sekitar 98,8 pada perdagangan Kamis (10/9), menghentikan sementara pelemahan dalam beberapa sesi terakhir. Investor memilih berhati-hati menjelang serangkaian data inflasi AS yang dapat menentukan arah kebijakan Federal Reserve pada pertemuan pekan depan.
Fokus utama hari ini tertuju pada Producer Price Index (PPI) Agustus, kemudian Consumer Price Index (CPI) pada Jumat. Pasar juga akan mencermati klaim pengangguran mingguan dan data penjualan rumah untuk mendapatkan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Ekspektasi terhadap The Fed masih cenderung hawkish setelah laporan tenaga kerja AS yang kuat. Pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 60% bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan pekan depan. Karena itu, angka inflasi yang lebih panas berpotensi memberikan dorongan baru bagi dolar.
Pasar obligasi juga masih menjadi perhatian setelah yield Treasury melonjak menyusul pengumuman Departemen Keuangan AS mengenai buyback obligasi jangka panjang hingga US$6 miliar, atau tiga kali ukuran normal. Jumlah tersebut tetap mengecewakan sebagian investor yang sebelumnya memperkirakan operasi pembelian kembali akan lebih besar.
Di sisi lain, harga minyak yang terus meningkat akibat memburuknya konflik AS–Iran kembali memperbesar risiko inflasi. Brent telah bergerak di atas US$100 per barel, sehingga pasar semakin mempertimbangkan kemungkinan bahwa tekanan harga energi dapat membuat The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Dolar saat ini berada dalam fase menunggu katalis setelah DXY tertahan di sekitar 98,8. PPI akan menjadi ujian pertama bagi greenback. Data yang lebih panas dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan bunga, mendorong yield dan membawa DXY kembali menguji level 99. Sebaliknya, inflasi yang lebih lunak dapat memperpanjang tekanan terhadap dolar menjelang CPI pada Jumat.