
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS melemah pada perdagangan Selasa (8/9), tertekan oleh reli tajam yen Jepang seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan. Yen menguat 0,2% ke 154,00 per dolar AS, level terkuat sejak Februari, sementara Indeks Dolar AS atau DXY turun 0,3% ke 98,81.
Penguatan yen dipicu oleh revisi data produk domestik bruto Jepang yang naik menjadi 1,4% secara tahunan pada kuartal April-Juni, lebih tinggi dari estimasi awal 1,1%. Data tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa BoJ memiliki ruang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan.
Pasar futures kini memperkirakan peluang sekitar 75% bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 18 September. Ekspektasi ini juga mendorong pembongkaran posisi carry trade dan repatriasi modal ke aset domestik Jepang.
Di sisi lain, dolar AS masih tertahan karena investor menunggu data Consumer Price Index AS pada Jumat. Meski laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan tambahan 162.000 pekerjaan pada Agustus, pelaku pasar belum agresif menambah posisi beli dolar sebelum arah inflasi lebih jelas.
Analisis Newsmaker: Pelemahan dolar AS saat ini dipengaruhi oleh penguatan yen, ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ, dan sikap hati-hati menjelang CPI AS. Jika inflasi AS panas, dolar berpeluang rebound karena peluang rate hike The Fed bisa meningkat. Namun, jika CPI melandai sementara BoJ semakin hawkish, tekanan terhadap dolar AS berpotensi berlanjut. (asd)
Sumber: Newsmaker.id