
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak menguat pada perdagangan Rabu (9/9), dengan Brent crude sempat menembus level psikologis US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak 24 Juli. Kenaikan ini terjadi setelah konflik Timur Tengah kembali meningkat dan memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Brent crude futures naik hingga menyentuh area US$100,19 per barel, sementara WTI bergerak mendekati area US$95 per barel. Pergerakan ini menunjukkan pasar masih memasukkan premi risiko geopolitik yang besar, terutama karena jalur pasokan dari kawasan Teluk kembali menjadi sorotan.
Sentimen utama datang dari meningkatnya serangan di Timur Tengah, termasuk ketegangan AS-Iran serta serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas energi dan kota-kota di Arab Saudi. Eskalasi tersebut membuat investor khawatir gangguan pasokan dapat berlangsung lebih lama dan mendorong harga minyak tetap tinggi.
Selain itu, pasar juga mencermati kondisi pasokan fisik minyak yang semakin ketat. Dated Brent, yang menjadi acuan harga untuk sebagian besar pasokan global, dilaporkan sudah berada di atas US$100 per barel sejak 3 September, mencerminkan tekanan yang lebih nyata di pasar fisik.
Kenaikan harga minyak juga menambah kekhawatiran inflasi global. Jika harga energi bertahan tinggi, bank sentral berpotensi mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, sehingga tekanan tidak hanya terasa di pasar komoditas, tetapi juga pada saham, obligasi, dan mata uang.
Analisis Newsmaker: Pergerakan Brent di sekitar US$100 dan WTI dekat US$95 menunjukkan pasar minyak masih berada dalam fase bullish yang didorong risiko pasokan. Selama konflik AS-Iran, gangguan di Selat Hormuz, dan serangan terhadap fasilitas energi Saudi belum mereda, harga minyak berpotensi tetap tinggi. Namun, area US$100 juga rawan memicu aksi profit taking, terutama jika muncul sinyal deeskalasi. Jika Brent mampu bertahan di atas US$100, target berikutnya berpeluang menuju US$102–US$105. Sebaliknya, jika gagal bertahan, koreksi ke US$98–US$96 masih terbuka. (asd)