
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng melemah tajam pada perdagangan Kamis, turun sekitar 1,2% atau 300 poin ke kisaran 24.970 dan menyentuh level terendah dalam enam pekan. Sentimen investor memburuk akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga energi.
Brent terus bertahan di atas US$100 per barel setelah Iran menyatakan siap menghadapi konflik yang lebih intens. Pernyataan tersebut memperbesar kekhawatiran terhadap gangguan arus energi melalui Selat Hormuz dan meningkatkan tekanan inflasi global.
Tekanan tambahan datang dari pasar obligasi AS. Yield Treasury 10 tahun naik ke sekitar 4,86%, level tertinggi sejak November 2023, sementara Wall Street mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Kondisi tersebut ikut menekan selera risiko di pasar Asia.
Saham teknologi menjadi salah satu beban utama indeks. Tencent turun sekitar 1,5%, Z.AI melemah 4,3%, MiniMax turun 2,4%, Xiaomi kehilangan 1,8%, sementara Meituan melemah 2%.
Investor juga tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS yang dapat memengaruhi arah kebijakan Federal Reserve. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi mempertahankan yield pada level tinggi dan memperpanjang tekanan terhadap saham berisiko.
Meski demikian, sektor teknologi Hong Kong masih menarik perhatian dalam jangka menengah karena pipeline IPO yang kuat. Moonshot dilaporkan telah mengajukan pencatatan saham secara rahasia di Hong Kong, sementara DeepSeek juga tengah mempersiapkan kemungkinan IPO domestik.