
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling bergerak mendatar terhadap dolar AS pada awal perdagangan Asia, Jumat (18/9), dengan GBP/USD berada di sekitar 1,3360. Investor masih menimbang keputusan suku bunga Federal Reserve dan Bank of England, sementara perhatian berikutnya tertuju pada data penjualan ritel Inggris periode Agustus yang dijadwalkan rilis hari ini.
Bank of England mempertahankan suku bunga acuan di 3,75% pada pertemuan September, Kamis. Keputusan diambil melalui pemungutan suara 6–3, dengan tiga anggota menginginkan kenaikan sebesar 25 basis poin menjadi 4,00%. Perbedaan pandangan tersebut muncul ketika inflasi masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%.
Meski memilih menahan bunga, pejabat BOE memperingatkan bahwa kemungkinan pengetatan semakin besar. Berdasarkan data LSEG, pasar memperkirakan kenaikan setidaknya 25 basis poin pada pertemuan November. Ekspektasi tersebut menjadi faktor yang diperhatikan investor dalam menilai prospek pound setelah keputusan mempertahankan bunga.
Dari Amerika Serikat, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75%–4,00% pada Rabu, kenaikan pertama sejak 2023. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan inflasi masih terlalu tinggi dan telah berlangsung terlalu lama. Ia juga menilai angka inflasi selama musim panas belum menunjukkan perbaikan berarti pada tren dasarnya.
Ekspektasi pengetatan lanjutan AS turut membatasi ruang penguatan sterling. Menurut CME FedWatch, probabilitas kenaikan bunga pada pertemuan Oktober mencapai sekitar 53,1%, meningkat dari hampir 44% sehari sebelumnya. Dengan kedua bank sentral menghadapi tekanan inflasi, pelaku pasar menantikan data ekonomi untuk menilai seberapa jauh suku bunga masih dapat dinaikkan.