
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (18/9), memperpanjang rebound setelah sempat menyentuh level terendah hampir enam pekan pada Rabu. Harga emas spot (XAU/USD) naik sekitar 1% ke level US$4.385,76 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas bergerak di sekitar US$4.425,20. Dalam sepekan terakhir, emas telah menguat sekitar 0,9% setelah mencatat rebound lebih dari 2% pada perdagangan Kamis.
Salah satu faktor utama yang mendukung emas adalah penurunan harga minyak selama tiga sesi berturut-turut. Membaiknya prospek pasokan dari Arab Saudi membantu menekan harga energi dan mengurangi kekhawatiran bahwa lonjakan minyak akan memperburuk inflasi global. Tekanan inflasi energi yang lebih rendah membuat pasar sedikit mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga yang lebih agresif dari bank sentral utama.
Pergerakan emas terjadi di tengah gelombang pengetatan kebijakan moneter global. Setelah Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga, Bank of Japan pada Jumat juga menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun. Namun, sikap BoJ yang relatif hati-hati mengenai kenaikan berikutnya membuat investor tetap menilai seberapa jauh siklus pengetatan global akan berlangsung.
Dari AS, dolar masih menjadi faktor yang membatasi penguatan emas. Indeks dolar AS bergerak di sekitar 100,38 setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih terbuka. Dolar yang lebih kuat biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena membuat logam mulia lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Meski demikian, minat investor terhadap emas masih terlihat kuat. Dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF berbasis emas mencatat arus masuk selama beberapa sesi berturut-turut, menunjukkan bahwa investor masih mempertahankan eksposur terhadap logam mulia meskipun lingkungan suku bunga global semakin ketat. Ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran terhadap prospek ekonomi juga tetap menjaga permintaan aset safe haven.
Analisis Newsmaker: Kenaikan emas ke area US$4.385 menunjukkan tekanan dari kebijakan hawkish The Fed mulai diimbangi oleh penurunan harga minyak, meredanya yield obligasi, serta permintaan investasi terhadap emas. Namun, ruang kenaikan tetap berpotensi terbatas apabila dolar kembali menguat dan pasar semakin yakin The Fed akan menaikkan bunga lagi. Sebaliknya, jika harga energi terus turun dan yield Treasury melanjutkan koreksi, momentum pemulihan emas dapat tetap terjaga. (arl)
Sumber : Newsmaker.id