
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 ditutup menguat pada perdagangan Jumat (18/9/2026), naik 882,70 poin atau 1,38% menjadi 65.018,95. Indeks bertahan di atas level psikologis 65.000 meskipun memangkas sebagian kenaikannya setelah sempat menyentuh posisi tertinggi harian 65.436,57. Penguatan berlangsung ketika investor mencermati keputusan suku bunga Bank of Japan serta pergerakan yen.
Sektor semikonduktor tampil menonjol, dengan Nikkei Semiconductor Stock Index melonjak 5,48% menjadi 23.966,83. Namun, kenaikan belum merata di seluruh pasar. Indeks JPX-Nikkei 400 justru turun 0,25% menjadi 36.690,47, memperlihatkan perbedaan kinerja antara reli saham chip dan kelompok saham Jepang yang lebih luas.
Dari sisi kebijakan, BOJ memutuskan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun, melalui pemungutan suara 7–2. Kenaikan sesuai perkiraan tersebut diikuti pelemahan yen karena pasar menilai adanya dua penolak sebagai sinyal kehati-hatian terhadap pengetatan berikutnya. Pelemahan yen membantu sentimen saham eksportir, sementara penurunan harga minyak turut mendukung pasar regional.
Menurut analisis Newsmaker, kuatnya saham semikonduktor menjadi penopang penting Nikkei, tetapi pelemahan indeks yang lebih luas menunjukkan pemulihan pasar masih selektif. Kelanjutan penguatan membutuhkan dukungan dari sektor lain serta kestabilan sentimen global. Yen yang kembali menguat tajam atau sinyal kenaikan bunga BOJ yang lebih agresif berpotensi membatasi kenaikan, sedangkan harga energi yang lebih rendah dapat membantu mengurangi tekanan biaya perusahaan Jepang.