
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Jumat (18/9), melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut setelah kekhawatiran gangguan pasokan dari Arab Saudi mulai mereda. Harga Brent turun ke level US$103,85 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah ke US$101,25 per barel. Meski terkoreksi, harga minyak masih bertahan di atas US$100 karena pasar tetap mewaspadai perkembangan konflik Timur Tengah.
Tekanan terhadap harga minyak terjadi setelah pasar melihat adanya peluang pemulihan pasokan dari Arab Saudi. Sebelumnya, harga minyak sempat melonjak mendekati level tertinggi dalam empat bulan setelah gangguan pada jalur pipa East-West menyebabkan kekhawatiran terhadap ekspor minyak Saudi. Namun, laporan bahwa Saudi berupaya mengembalikan sekitar setengah kapasitas pipa tersebut dalam beberapa hari membantu mengurangi kekhawatiran pasokan.
Selain pemulihan infrastruktur energi, Arab Saudi juga dilaporkan menawarkan tambahan pengiriman minyak mentah kepada pembeli Asia melalui jalur transfer kapal di sekitar Oman. Langkah tersebut memberikan sinyal bahwa pasar energi masih memiliki alternatif pasokan meskipun risiko gangguan di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya hilang.
Di sisi lain, konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor utama yang menjaga harga minyak tetap tinggi. Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali melakukan serangan lintas perbatasan, memperluas risiko konflik di kawasan. Ketegangan juga meningkat setelah Iran mengklaim sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo mengalami insiden di sekitar Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi global.
Pergerakan minyak sepanjang pekan ini masih sangat volatil. Harga sempat mengalami lonjakan akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan, sebelum kembali terkoreksi setelah pasar melihat adanya peluang normalisasi aliran minyak Saudi. Namun, investor masih menunggu bukti nyata bahwa distribusi energi benar-benar kembali stabil, terutama terkait kondisi jalur pipa dan lalu lintas kapal di kawasan strategis.
Analisis Newsmaker: Penurunan harga minyak saat ini lebih mencerminkan berkurangnya tekanan pasokan jangka pendek dibandingkan hilangnya risiko geopolitik. Selama konflik Timur Tengah masih berlangsung dan jalur energi seperti Selat Hormuz tetap berada dalam risiko, harga minyak masih berpotensi mengalami pergerakan besar. Pasar akan terus mencermati perkembangan diplomasi Iran, pemulihan fasilitas minyak Saudi, serta stabilitas distribusi energi global. (asd)