
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (15/09), membawa GBP/USD mendekati level terendah dalam lima pekan di sekitar 1,3465. Sterling mencatat penurunan untuk hari kedua berturut-turut karena data tenaga kerja Inggris yang beragam belum mampu mengimbangi kekuatan dolar.
Tingkat pengangguran Inggris berdasarkan standar ILO bertahan di 4,9% dalam tiga bulan hingga Juli, lebih baik dibandingkan perkiraan pasar yang memperkirakan kenaikan menjadi 5%. Namun, jumlah pengajuan tunjangan pengangguran justru meningkat sebanyak 27.800, jauh di atas perkiraan kenaikan 8.300 dan berbalik dari penurunan 11.800 pada bulan sebelumnya.
Pasar kini mengalihkan perhatian pada pertemuan Bank of England pada Kamis. BoE secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga, kecuali data inflasi Inggris pada Rabu menunjukkan kenaikan jauh lebih tinggi dari perkiraan. Investor juga akan mencermati jumlah anggota yang mendukung kenaikan bunga untuk menilai peluang pengetatan sebelum akhir tahun.
Di sisi lain, Federal Reserve diperkirakan menaikkan suku bunga pekan ini. Perbedaan ekspektasi kebijakan tersebut memberikan keuntungan bagi dolar dan menjadi salah satu tekanan utama terhadap GBP/USD. Sterling dapat tetap rentan selama pasar melihat The Fed lebih hawkish dibandingkan BoE.
Bank of England juga dilaporkan mempertimbangkan perubahan program penjualan obligasinya dengan menghentikan penjualan obligasi tenor 20 dan 30 tahun. Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi tekanan terhadap biaya pinjaman Inggris di tengah volatilitas pasar obligasi global.
GBP/USD masih menghadapi bias bearish karena kombinasi data tenaga kerja yang kurang meyakinkan dan perbedaan arah kebijakan antara BoE dan The Fed. Area 1,3465 menjadi level penting yang perlu diperhatikan. Jika The Fed memberikan sinyal hawkish sementara BoE tetap menahan bunga, tekanan terhadap sterling berpotensi berlanjut.