
Trending

hong-kong
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng ditutup menguat 0,6% atau 146 poin ke level 24.751 pada perdagangan Jumat (18/9). Penguatan terjadi setelah penurunan harga minyak dan yield Treasury AS membantu memperbaiki sentimen pasar, sementara investor mulai menyesuaikan posisi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%.
Penurunan harga minyak Brent ke bawah US$104 per barel untuk sesi ketiga berturut-turut turut memberikan sentimen positif bagi pasar. Harga energi yang lebih rendah mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan potensi kenaikan biaya pinjaman, sehingga memberikan ruang bagi aset berisiko untuk kembali menguat.
Sentimen positif juga datang dari Wall Street yang mencatat rebound kuat pada sesi sebelumnya. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat lebih dari 1%, memberikan dorongan bagi pasar saham Asia. Pergerakan tersebut terutama ditopang saham teknologi, yang kemudian ikut menjadi sektor dengan kinerja positif di bursa Hong Kong.
Sektor teknologi menjadi penopang utama Hang Seng pada perdagangan Jumat. Sejumlah saham mencatat penguatan signifikan, dengan Z.AI Co. naik 5,4%, Lenovo melonjak 9,5%, MiniMax melesat 18,9%, dan SMIC menguat 4,4%. Kinerja tersebut menunjukkan minat investor terhadap saham teknologi masih cukup kuat meskipun lingkungan suku bunga global mulai lebih ketat.
Investor tetap mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan dari The Fed. Selain itu, perhatian pasar mulai beralih pada rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan depan, yang berpotensi menjadi katalis penting bagi sentimen pasar terkait hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.
Analisis Newsmaker: Penguatan Hang Seng menunjukkan bahwa sentimen risiko mulai membaik setelah tekanan dari kenaikan suku bunga The Fed mereda. Penurunan harga energi dan yield Treasury menjadi faktor pendukung bagi saham, sementara sektor teknologi mendapatkan tambahan dorongan dari rebound Nasdaq. Namun, arah Hang Seng berikutnya masih akan bergantung pada perkembangan kebijakan moneter AS, kondisi geopolitik, serta perkembangan hubungan AS-China. (arl)
Sumber : Newsmaker.id