
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling dan euro melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (14/9) seiring kenaikan harga minyak dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dengan nada hawkish pekan ini. GBP/USD turun 0,33% ke 1,3482, sementara EUR/USD melemah 0,55% ke 1,1535.
Penguatan dolar mendapat dukungan dari lonjakan harga minyak Brent yang naik lebih dari 3% setelah Arab Saudi menghentikan pipa East-West menyusul serangan drone. Kenaikan harga energi memperbesar kekhawatiran inflasi dan membuat pasar semakin yakin The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed pada Rabu hampir sepenuhnya sudah diperhitungkan. Data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan pekan lalu semakin memperkuat ekspektasi tersebut. Jika The Fed tetap memberikan pesan hawkish, Dollar Index berpeluang bergerak ke area 99,50 hingga 100.
Pelemahan sterling kali ini lebih banyak disebabkan oleh kekuatan dolar daripada faktor domestik Inggris. GBP/USD turun sekitar 0,27% dalam sehari dan 0,38% dalam sepekan, sementara tidak ada data ekonomi Inggris maupun komentar Bank of England yang menjadi pemicu utama.
Euro juga menghadapi tekanan serupa. Meski ECB sebelumnya memberikan sinyal hawkish, pasar masih ragu bank sentral akan terus menaikkan suku bunga. EUR/USD kini mendekati area 1,1500, yang menjadi salah satu target jangka pendek jika dolar terus menguat.
Analisa Newsmaker: dolar masih memiliki peluang menguat selama harga minyak tetap tinggi dan The Fed mempertahankan nada hawkish. Kondisi tersebut dapat membawa DXY mendekati 100, sementara EUR/USD berisiko menguji 1,1500 dan GBP/USD dapat melanjutkan pelemahan. Namun, setiap tanda deeskalasi di Timur Tengah atau sikap Fed yang lebih lunak dapat membatasi penguatan dolar. (arl)
Sumber : Newsmaker.id