
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Poundsterling bergerak melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Asia, Kamis (17/9), dengan pasangan GBP/USD berada di sekitar 1,3380–1,3375. Posisi tersebut berada dekat level terendah sejak 30 Juli, sementara pelaku pasar memilih menahan posisi baru menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE).
BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Fokus pasar akan tertuju pada panduan kebijakan ke depan, terutama setelah kenaikan harga energi akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi Inggris.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 80% bahwa BoE akan menaikkan suku bunga pada November. Kenaikan tersebut berpotensi menjadi awal dari sekitar empat langkah pengetatan selama satu tahun mendatang. Karena itu, nada pernyataan BoE akan menjadi faktor penting bagi arah poundsterling dalam jangka pendek.
Analis MUFG memperkirakan BoE dapat mengambil sikap “hawkish hold”, yakni mempertahankan suku bunga tetapi tetap memberikan sinyal bahwa kenaikan pada November masih terbuka jika harga energi tetap tinggi. Mereka memperkirakan keputusan dapat menghasilkan voting 6-3, meskipun perpecahan 5-4 juga dinilai masih memungkinkan.
Dari Amerika Serikat, dolar tetap mendapat dukungan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu dan mengisyaratkan peluang kenaikan lanjutan hingga akhir tahun. Ketegangan AS-Iran juga menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, sehingga membatasi peluang pemulihan GBP/USD.
Secara teknikal, tekanan terhadap GBP/USD masih cukup dominan setelah pasangan tersebut menembus ke bawah Simple Moving Average 200 hari. Kondisi ini memperkuat bias bearish dalam jangka pendek. Selama harga gagal kembali bertahan di atas area teknikal penting tersebut, setiap rebound berpotensi menghadapi tekanan jual, sementara keputusan BoE akan menjadi katalis utama arah pergerakan berikutnya. (asd)