
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak kembali melemah pada perdagangan Jumat (18/9), mencatat penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut setelah pasar melihat peluang pemulihan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Harga Brent terbaru turun sekitar 2,5% ke level US$102,20 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,3% menjadi US$99,55 per barel. Pelemahan terjadi karena harapan kembalinya aliran minyak Saudi mampu mengimbangi kekhawatiran terhadap konflik yang semakin meluas di kawasan.
Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah investor mulai fokus pada upaya Arab Saudi memulihkan jalur pipa East-West yang mengalami kerusakan akibat serangan drone pekan lalu. Saudi dilaporkan menargetkan sekitar setengah kapasitas pipa tersebut dapat kembali beroperasi dalam beberapa hari, lebih cepat dibandingkan perkiraan awal yang menyebut proses pemulihan dapat berlangsung lebih lama.
Selain pemulihan pipa, Arab Saudi juga menawarkan tambahan pengiriman minyak mentah kepada pembeli Asia melalui jalur transfer kapal di sekitar Pelabuhan Sohar, Oman. Langkah tersebut memberikan alternatif ekspor dan membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap hilangnya pasokan akibat gangguan infrastruktur energi.
Namun, risiko geopolitik masih menjadi faktor utama yang membatasi penurunan harga minyak. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran kembali meningkat, sementara perluasan pengaruh Houthi di wilayah barat Yaman meningkatkan perhatian terhadap keamanan jalur Bab el-Mandeb, salah satu rute penting perdagangan energi global selain Selat Hormuz.
Ketidakpastian juga meningkat setelah Iran melaporkan sebuah kapal tanker minyak berbendera Togo terkena serangan saat melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya sedang mendekati keputusan besar terkait kemungkinan melanjutkan aksi militer terhadap Iran. Upaya diplomasi juga terus berjalan, termasuk keterlibatan China yang mendorong Washington dan Teheran untuk menahan eskalasi serta membuka kembali jalur pelayaran Hormuz.
Analisis Newsmaker: Penurunan harga minyak saat ini lebih dipengaruhi oleh optimisme terhadap pemulihan pasokan dibandingkan berakhirnya risiko konflik. Pasar masih menunggu bukti nyata bahwa distribusi minyak Saudi kembali normal dan keamanan jalur energi utama dapat terjaga. Selama konflik Timur Tengah masih berlangsung, terutama di sekitar Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, harga minyak tetap memiliki potensi bergerak volatil dengan cepat. (arl)
Sumber : Newsmaker.id