
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali bergerak di atas $4.400 per troy ounce pada perdagangan Kamis, ketika investor menunggu data inflasi Amerika Serikat untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Bullion sempat naik hingga 0,8%, melanjutkan penguatan sekitar 1% pada sesi sebelumnya yang mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut.
Emas masih bergerak dalam rentang relatif terbatas dalam beberapa pekan terakhir. Permintaan sebagai aset lindung nilai jangka panjang tetap memberikan dukungan, meskipun kenaikan yield obligasi AS dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menciptakan tekanan jangka pendek.
Yield Treasury AS tenor 10 tahun kembali meningkat setelah rencana Departemen Keuangan untuk membeli kembali obligasi jangka panjang hingga US$6 miliar gagal memberikan dampak besar terhadap pasar. Kenaikan yield menjadi hambatan bagi emas karena bullion tidak memberikan bunga. Harga Brent yang telah menembus US$100 per barel juga meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama.
Di sisi lain, pelemahan dolar membantu menopang emas. Indeks dolar melanjutkan penurunan untuk sesi keempat, membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal AS dan tingginya beban utang pemerintah juga ikut menjaga minat investor terhadap emas sebagai alternatif penyimpan nilai.
Sejak memantul dari area $4.000 pada Juli, emas sebagian besar bergerak di sekitar US$4.400 karena pasar terus menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed. Investor kini menunggu data Producer Price Index dan Consumer Price Index AS, sementara pasar masih memperhitungkan peluang sekitar 60% kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September.
Spot gold terakhir naik sekitar 0,3% menjadi $4.411,80 per troy ounce. Silver relatif stabil di $67,30 setelah naik 2,4% pada sesi sebelumnya, sementara platinum turun 1,3% dan palladium melemah tipis.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id