
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak menguat tipis pada perdagangan Kamis (10/9), didukung pelemahan dolar AS ketika investor menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat. Spot gold naik sekitar 0,3% ke US$4.414,28 per troy ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk Desember turun tipis 0,1% ke sekitar US$4.457,20.
Pelemahan dolar menjadi salah satu penopang utama emas. Dollar Index turun ke sekitar 98,73, meskipun imbal hasil Treasury AS masih berada di level tinggi. Kondisi tersebut membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain dan membantu menjaga minat beli terhadap logam mulia.
Namun, kenaikan emas masih tertahan oleh tingginya yield Treasury. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,84%, mendekati level tertinggi sejak 2023. Kenaikan yield dipicu kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel dapat kembali memperkuat tekanan inflasi dan mendorong Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Perhatian pasar kini tertuju pada Producer Price Index (PPI) AS yang akan dirilis malam ini, disusul CPI pada Jumat. Setelah data tenaga kerja AS sebelumnya menunjukkan kondisi yang kuat, pasar memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga Fed pada September. PPI yang lebih panas dari perkiraan dapat mendorong yield dan dolar kembali naik sehingga menekan emas, sementara hasil yang lebih rendah berpotensi memberikan ruang bagi gold untuk melanjutkan penguatan.
Di sisi lain, emas tetap mendapat dukungan dari meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Konflik AS–Iran telah memicu gelombang serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz, sementara Brent bertahan di atas US$100 per barel. Ketidakpastian geopolitik tersebut menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven, meskipun dampaknya saat ini masih kalah dominan dibanding pergerakan dolar dan yield Treasury.
Secara keseluruhan, emas masih bergerak dengan bias positif terbatas menjelang data inflasi AS. Pelemahan dolar mendukung harga, tetapi yield Treasury yang tinggi menjadi penghambat utama. Arah berikutnya kemungkinan sangat bergantung pada hasil PPI malam ini, sebelum perhatian pasar beralih ke CPI dan pertemuan FOMC pekan depan.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id