Wall Street Melemah, Selloff Chip dan Yield Tinggi Tekan Pasar
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Selasa (18/8) setelah aksi jual melanda saham-saham semikonduktor dan yield obligasi tetap berada di level tinggi. S&P 500 turun sekitar 0,7%, Nasdaq merosot 1,7%, sementara Dow Jones kehilangan sekitar 116 poin.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham yang berkaitan dengan perdagangan AI. Nvidia turun sekitar 2,3%, Broadcom melemah 3,2%, AMD terkoreksi 4,3%, sementara Micron jatuh sekitar 7%. Intel juga merosot 6,6% dan Sandisk kehilangan sekitar 9%, menunjukkan aksi profit taking cukup luas di sektor chip.
Saham perusahaan teknologi besar lainnya ikut tertekan. Meta turun sekitar 4,4%, Oracle melemah 2,7%, sementara Tesla terkoreksi sekitar 0,7%. Pelemahan ini menunjukkan sentimen terhadap tema AI mulai terbebani oleh valuasi tinggi dan meningkatnya biaya pendanaan.
Yield obligasi AS memang sedikit turun dari puncak sebelumnya, tetapi masih bertahan dekat level tertinggi dalam beberapa tahun. Kekhawatiran terhadap inflasi, tingginya penerbitan obligasi korporasi untuk membiayai ekspansi AI, serta ketidakpastian mengenai term premium membuat investor tetap berhati-hati.
Risiko inflasi juga diperkuat oleh kenaikan harga energi setelah Amerika Serikat memberi sinyal blokade terhadap ekspor minyak Iran dapat berlangsung lebih lama. Saham sektor keuangan seperti Goldman Sachs dan Citigroup ikut melemah, sementara Home Depot turun tipis meski laporan labanya melampaui ekspektasi.(yds)
Sumber: Newsmaker.id