Emas Naik, Yield AS Turun Redam Tekanan Dolar
Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (24/7) meskipun dolar Amerika Serikat masih bertahan kuat. Emas spot diperdagangkan di sekitar US$4.065 per troy ounce atau naik 0,38%.
Kenaikan emas didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury tenor 10 tahun turun tiga basis poin menjadi 4,667%, sehingga mengurangi tekanan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Indeks Dolar AS bergerak naik tipis ke level 101,46 dan menuju kenaikan mingguan lebih dari 0,60%. Dolar yang kuat biasanya membatasi emas karena membuat harganya lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain.
Sentimen emas juga terbantu oleh penurunan harga minyak. WTI melemah 3,83% menjadi US$88,79 per barel, meskipun masih menuju kenaikan mingguan lebih dari 8,50%.
Dari sisi data, PMI manufaktur AS turun tipis menjadi 53,8 dari 53,9 dan berada di bawah perkiraan 54,5. Sebaliknya, PMI jasa naik menjadi 53,6 dari 51,2 dan melampaui proyeksi pasar sebesar 51.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 41% bahwa Federal Reserve menaikkan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan pekan depan, sementara peluang suku bunga dipertahankan mencapai 59%. Selama yield AS dan harga minyak terus menurun, emas berpeluang mempertahankan kenaikan, meski dolar kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga masih menjadi penghambat.(yds)
Sumber: Newsmaker.id