• Wed, Aug 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 August 2026 01:06  |

Emas Turun, Lonjakan Yield dan Minyak Jadi Penekan

Harga emas melemah tajam pada perdagangan Selasa (18/8) setelah lonjakan yield obligasi global dan kenaikan harga energi kembali menekan daya tarik logam mulia. Spot gold turun sekitar 1,1% ke US$4.364,90 per troy ons, sementara kontrak emas AS untuk Desember ditutup melemah 1,2% ke US$4.420,60.

Tekanan utama datang dari kenaikan yield obligasi jangka panjang di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Yield yang tinggi meningkatkan opportunity cost memegang emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga mendorong sebagian investor mengurangi posisi.

Harga minyak yang terus menguat untuk sesi ketiga juga menambah tekanan. Kebuntuan kesepakatan damai AS-Iran, sikap militer Iran yang semakin ofensif, serta keputusan Teheran mempertahankan penutupan Selat Hormuz meningkatkan risiko gangguan pasokan energi. Kondisi ini kembali memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat meningkat.

Kenaikan harga energi membuat pasar belum sepenuhnya menutup kemungkinan suku bunga tetap tinggi atau kembali dinaikkan untuk menahan inflasi. Hal ini terjadi meskipun data ekonomi AS sebelumnya menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja, inflasi yang lebih terkendali, serta Retail Sales Juli yang lemah.

Meski terkoreksi, sebagian analis masih melihat prospek jangka menengah emas tetap positif. Namun, Bank of America menilai permintaan investor perlu meningkat secara signifikan jika gold ingin bergerak menuju US$5.000 per troy ons. Tekanan juga meluas ke logam lain, dengan silver, platinum, dan palladium ikut mengalami penurunan tajam.

 

Analisis Newsmaker: Koreksi emas saat ini masih didominasi kombinasi kenaikan yield, lonjakan minyak, dan kekhawatiran inflasi. Jika tekanan jual berlanjut dan area US$4.350 ditembus, gold berpotensi menguji US$4.320 hingga US$4.300. Sebaliknya, jika yield mulai turun dan buyer kembali masuk, pemulihan di atas US$4.400 dapat membuka peluang menuju US$4.420–US$4.450. Fokus berikutnya tertuju pada risalah FOMC yang dapat menentukan arah suku bunga dan momentum gold selanjutnya.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Awas, Emas Terjebak Hormuz dan The Fed!

Harga emas masih tertahan di zona pelemahan setelah tekanan dari dua arah besar kembali muncul, yaitu ketegangan di Selat Hor...

14 July 2026 07:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai