Oil Sedikit Turun Ditengah Rencana Pembukaan Hormuz
Harga minyak bergerak melemah pada perdagangan Jumat setelah investor menilai perkembangan terbaru terkait rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Brent turun sekitar 0,6% ke US$82,00 per barel, sementara WTI melemah 0,4% ke US$76,98 per barel.
Sebelumnya, kedua harga minyak sempat menguat dengan Brent naik hampir 4% dan WTI sekitar 3%. Namun, secara mingguan keduanya masih menuju penurunan lebih dari 8% karena pasar sempat optimistis jalur Hormuz segera kembali dibuka.
Tekanan terhadap minyak muncul setelah pejabat AS beberapa kali menyebut kesepakatan pembukaan Hormuz sudah dekat. Namun hingga Jumat, kesepakatan tersebut belum juga diumumkan secara resmi.
Harapan sempat meningkat setelah Iran dan Oman dikabarkan hampir menyelesaikan aturan baru untuk pelayaran. Tetapi optimisme kembali melemah setelah muncul rencana bahwa kapal milik Amerika Serikat dan Israel kemungkinan tetap dilarang melintas.
Parlemen Iran juga disebut sedang meninjau aturan yang memungkinkan denda hingga 20% dari nilai kargo bagi kapal yang melanggar. Ketidakpastian tersebut penting karena sebelum perang, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair dunia melewati Selat Hormuz.
Analisis Newsmaker: Harga minyak saat ini masih terjebak antara harapan pembukaan Hormuz dan risiko pembatasan pelayaran. Kesepakatan yang menjamin arus kapal kembali normal dapat menekan Brent lebih dalam, tetapi kegagalan negosiasi atau munculnya larangan baru dapat dengan cepat mendorong harga minyak kembali naik.(yds)
Sumber: Newsmaker.id