Emas Tembus $4300, NFP Jadi Ujian Terakhir
Harga emas melonjak lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (7/8) dan kembali menembus level US$4.300 per troy ons. Emas spot naik sekitar 1,6% ke US$4.308,92, sementara kontrak berjangka emas AS menguat ke US$4.367,90. Sepanjang pekan ini, emas sudah naik lebih dari 6,6% dan menuju kenaikan mingguan terbesar sejak Januari.
Penguatan emas terutama didorong oleh berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Peluang kenaikan suku bunga pada September kini berada di sekitar 55%, turun dari 67% pada pekan sebelumnya. Pasar juga mulai menilai Ketua The Fed Kevin Warsh mungkin tidak sehawkish yang sebelumnya diperkirakan.
Sentimen emas turut terbantu oleh penurunan harga minyak sepanjang pekan. Presiden AS Donald Trump mengatakan perang dengan Iran kemungkinan segera berakhir. Jika ketegangan mereda dan harga energi turun, tekanan inflasi dapat berkurang sehingga kebutuhan The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga juga mengecil.
Namun, fokus utama pasar kini tertuju pada laporan Nonfarm Payrolls AS. Data tenaga kerja yang kuat dapat kembali meningkatkan peluang kenaikan suku bunga, mendorong dolar dan yield obligasi lebih tinggi, serta memicu aksi ambil untung pada emas.
Di sisi lain, prospek jangka panjang emas masih mendapat dukungan. UBS memperkirakan harga emas dapat mencapai US$5.000 per troy ons pada paruh pertama 2027. Logam mulia lainnya juga ikut menguat, dengan perak melonjak sekitar 4,5%, platinum naik 2,4%, dan palladium menguat 2,3%.
Analisis Newsmaker: Momentum emas masih kuat setelah berhasil kembali menembus US$4.300. Jika NFP lebih lemah dari perkiraan dan pertumbuhan upah ikut melambat, emas berpeluang melanjutkan kenaikan. Sebaliknya, NFP yang kuat dapat memicu koreksi setelah reli lebih dari 6% sepanjang pekan ini.(yds)
Sumber: Newsmaker.id