Hang Seng Melemah, Saham Keuangan Tertekan
Indeks Hang Seng turun 0,4% atau sekitar 110 poin menjadi 25.420 pada perdagangan Jumat(7/8). Investor memilih berhati-hati setelah ketegangan di Selat Hormuz kembali mengangkat harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi global dapat bertahan lebih lama. Brent kembali naik menuju US$83 per barel karena rencana pembukaan jalur tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan.
Kenaikan harga energi dikhawatirkan dapat membatasi ruang bank sentral global untuk melonggarkan kebijakan moneter. Biaya energi yang tetap tinggi berpotensi mempertahankan tekanan harga sekaligus mendorong imbal hasil obligasi naik, sehingga mengurangi minat investor terhadap aset berisiko di kawasan Asia.
Tekanan terbesar terhadap Hang Seng datang dari saham perusahaan asuransi dan perbankan. Investor mencemaskan peningkatan penegakan pajak oleh China terhadap pendapatan dari polis asuransi luar negeri yang dimiliki penduduk China daratan. Otoritas pajak dilaporkan mulai mengenakan pajak penghasilan sebesar 20% terhadap bunga dan dividen dari sejumlah produk asuransi offshore.
Meski demikian, penurunan indeks tertahan oleh penguatan sejumlah saham teknologi. MiniMax melonjak 6,5% setelah masuk dalam program Stock Connect, yang membuka peluang meningkatnya partisipasi investor dari China daratan. Tencent naik 0,7%, Z.AI menguat 5,2%, Kingboard Laminates bertambah 5,6%, sedangkan WuXi Biologics naik sekitar 3%.
Dampak Pasar
Hang Seng berpotensi tetap bergerak volatil selama ketegangan Hormuz mempertahankan harga minyak tinggi dan ketidakpastian aturan pajak China masih menekan sektor keuangan. Namun, penguatan saham AI dan teknologi dapat menjadi penahan koreksi. Area 25.300 menjadi penopang terdekat, sedangkan indeks perlu kembali melewati 25.600 untuk membuka ruang penguatan lanjutan.(gn)
Sumber: Newsmaker.id