Pertumbuhan Upah AS Melambat, Sinyal Tekanan Inflasi Mulai Mereda
Pertumbuhan upah pekerja Amerika Serikat melambat pada Juli 2026. Average hourly earnings untuk seluruh pekerja swasta nonfarm payroll hanya naik 2 sen atau 0,1% secara bulanan menjadi US$37,62.
Kenaikan tersebut lebih rendah dibandingkan bulan Juni yang mencatat pertumbuhan 0,3%. Angka Juli juga meleset dari ekspektasi pasar yang memperkirakan upah naik 0,3% secara bulanan.
Untuk pekerja produksi dan nonsupervisory di sektor swasta, rata-rata upah per jam tercatat US$32,40. Angka ini hanya naik tipis 4 sen, menunjukkan tekanan kenaikan gaji di kelompok pekerja tersebut mulai terbatas.
Secara tahunan, average hourly earnings naik 3,2%, melambat dari pertumbuhan Juni yang direvisi turun menjadi 3,4%. Capaian ini juga berada di bawah estimasi analis yang memperkirakan kenaikan tahunan tetap di 3,4%.
Dari sisi dampak market, data upah yang lebih lemah dapat mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi berbasis gaji dan menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini berpotensi melemahkan dolar AS dan memberi dukungan bagi emas. Namun, pasar tetap akan mencermati kombinasi data tenaga kerja lain, terutama NFP dan unemployment rate, untuk membaca arah kebijakan The Fed berikutnya. (asd)*
Sumber: Newsmaker.id