NFP Anjlok, S&P 500 Cetak Rekor
Wall Street bergerak mayoritas menguat pada perdagangan Jumat (7/8) setelah data tenaga kerja AS yang lemah mengurangi kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed pada September. S&P 500 naik sekitar 0,3% dan menyentuh rekor baru, Nasdaq 100 menguat 0,9%, sementara Dow Jones bergerak relatif datar.
Sentimen pasar berubah setelah Nonfarm Payrolls Juli turun 23 ribu, jauh dari perkiraan kenaikan 80 ribu. Data Juni juga direvisi menjadi hanya bertambah 20 ribu pekerjaan, sementara revisi Mei dan Juni menunjukkan jumlah pekerjaan 103 ribu lebih rendah dari laporan sebelumnya.
Tekanan inflasi dari pasar tenaga kerja juga berkurang setelah pertumbuhan upah melambat. Average Hourly Earnings hanya naik 0,1% bulanan dan 3,2% tahunan, keduanya lebih rendah dari perkiraan. Tingkat pengangguran bahkan turun menjadi 4,1%, tetapi tingkat partisipasi tenaga kerja ikut turun menjadi 61,4%.
Data tersebut mendorong imbal hasil obligasi AS turun karena investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Kondisi ini menjadi sentimen positif bagi saham yang sensitif terhadap suku bunga, terutama sektor teknologi dan perusahaan dengan kebutuhan pendanaan besar.
Saham Sandisk dan Western Digital masing-masing rebound sekitar 2% setelah mengalami aksi jual tajam sehari sebelumnya. SpaceX juga melanjutkan pemulihan meskipun sekitar US$101 miliar sahamnya telah keluar dari periode penguncian pasca-IPO.
Analisis Newsmaker: NFP negatif dan pertumbuhan upah yang melemah menjadi sentimen positif bagi Wall Street karena tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga ikut berkurang. Namun, pasar masih perlu mencermati inflasi dan harga minyak. Jika tekanan harga kembali meningkat, ekspektasi suku bunga tinggi bisa kembali muncul dan membatasi reli saham AS.(yds)
Sumber: Newsmaker.id