Iran Guncang Hormuz, Harga Minyak Rebound
Harga minyak kembali melonjak pada perdagangan Kamis (6/8) setelah media Iran melaporkan bahwa Teheran menyerang sejumlah target yang disebut “bermusuhan” di Selat Hormuz. Brent sempat naik ke US$83,49 per barel, sementara WTI menyentuh US$78,33 per barel.
Kenaikan ini melanjutkan penguatan sebelumnya, setelah pasar mulai meragukan kesepakatan Iran dan Oman dapat memulihkan pengiriman minyak secara penuh. WTI sebelumnya ditutup naik 2,8% ke US$77,29, sedangkan Brent menguat 3,8% ke US$82,49.
Ketegangan meningkat setelah muncul laporan bahwa Iran berencana melarang kapal milik Amerika Serikat dan Israel melewati Selat Hormuz. Negara yang dianggap merugikan Iran juga disebut harus membayar kompensasi sebelum mendapat izin melintas.
Pasar menilai aturan tersebut dapat membuat ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk tetap terbatas. Harga gas alam Eropa bahkan sempat melonjak hingga 12% karena kekhawatiran terhadap keselamatan kapal tanker pengangkut gas.
Meski Iran menyebut kesepakatan dengan Oman sudah memasuki tahap akhir, pembukaan penuh Hormuz masih belum pasti. Teheran menegaskan Amerika Serikat tidak terlibat dalam kesepakatan dan meminta blokade terhadap pelabuhan Iran dihentikan terlebih dahulu.
Analisis Newsmaker: Sentimen minyak kembali bullish karena risiko keamanan di Hormuz meningkat. Selama serangan, larangan kapal, dan ketidakpastian kesepakatan masih berlangsung, Brent berpeluang bertahan di atas US$80. Namun, pengumuman kesepakatan resmi yang menjamin kelancaran pengiriman dapat memicu penurunan harga secara cepat.(arl)
Sumber: Newsmaker.id