Emas Tertekan, NFP Bisa Ubah Arah
Harga emas melemah pada perdagangan Kamis (6/8) setelah dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali naik. Emas spot turun sekitar 0,3% ke US$4.236 per troy ons, sedangkan kontrak berjangka emas melemah ke sekitar US$4.295.
Pelemahan ini terjadi setelah emas mencatat kenaikan harian terbesar sejak awal Februari pada sesi sebelumnya. Reli tersebut dipicu harapan bahwa kesepakatan Iran dan Oman dapat membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Namun, optimisme pasar mulai memudar setelah muncul laporan bahwa kapal milik Amerika Serikat, Israel, dan negara yang dianggap memusuhi Iran dapat dilarang melintas. Iran juga disebut meminta kompensasi sebelum kapal-kapal tersebut diperbolehkan menggunakan jalur Hormuz.
Kabar tersebut membuat harga minyak kembali naik dan memunculkan kekhawatiran inflasi. Jika harga energi terus meningkat, The Fed berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau kembali menaikkannya, kondisi yang biasanya menekan emas.
Tekanan tambahan datang dari kenaikan imbal hasil obligasi AS menjelang laporan Nonfarm Payrolls. Data tenaga kerja minggu ini masih beragam, dengan JOLTS dan ADP melemah, tetapi klaim pengangguran tetap berada di bawah 200 ribu selama tiga pekan berturut-turut.
Analisis Newsmaker: Emas masih rentan mengalami koreksi menjelang NFP karena dolar dan yield kembali menguat. Data NFP serta pertumbuhan upah yang kuat dapat menekan emas lebih dalam. Sebaliknya, hasil yang lemah berpotensi menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan membuka peluang emas kembali menguji US$4.300. (arl)
Sumber: Newsmaker.id