• Thu, Jul 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 July 2026 01:36  |

The Fed Terbelah, Dolar Ikut Tertahan

Dolar AS bergerak datar pada perdagangan Rabu (8/7) setelah sempat menguat di awal sesi. Indeks Dolar AS turun tipis 0,1% pada pukul 14.22 ET, setelah pasar mencerna risalah rapat Federal Reserve bulan Juni.

Risalah FOMC menunjukkan bahwa beberapa pejabat The Fed sempat melihat adanya alasan untuk menaikkan suku bunga. Namun, pada akhirnya seluruh anggota sepakat mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75% dalam rapat pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh.

Dalam risalah tersebut, pejabat The Fed menilai risiko kenaikan inflasi masih tinggi. Sementara itu, risiko pelemahan pasar tenaga kerja dinilai sedikit berkurang. Artinya, The Fed masih belum bisa terlalu dovish karena tekanan harga tetap menjadi perhatian utama.

Di sisi lain, pasar juga masih dibayangi ketegangan Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara dengan Iran sudah “berakhir” setelah Teheran dilaporkan menyerang fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain. Ketegangan ini membuat harga Brent sempat melonjak 6,6% karena pasar khawatir terhadap gangguan pasokan energi.

Kenaikan harga minyak ikut mendorong imbal hasil obligasi AS. Yield Treasury 2 tahun naik ke 4,24%, sementara yield 10 tahun menyentuh level tertinggi satu bulan di 4,60%. Kenaikan yield biasanya dapat menopang dolar, tetapi penguatan greenback tertahan setelah pasar melihat The Fed masih terbelah soal arah suku bunga berikutnya.

Di pasar mata uang lain, dolar Aussie sedikit menguat, sementara yen Jepang masih tertekan di sekitar 162,20 per dolar AS. Level tersebut masih dekat area yang sebelumnya memicu kekhawatiran intervensi dari otoritas Jepang. Secara keseluruhan, dolar masih ditopang oleh risiko geopolitik dan yield tinggi, tetapi belum mendapat dorongan kuat karena pasar menunggu data inflasi berikutnya. (arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai