Emas Tembus Tertinggi 2 Bulan
Harga emas melonjak di atas US$4.350 per troy ons pada perdagangan Jumat (7/8), level tertinggi dalam dua bulan. Kenaikan terjadi setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan dan harga energi kembali turun.
Ekonomi AS secara mengejutkan kehilangan pekerjaan pada Juli, sementara pertumbuhan upah dan tingkat partisipasi tenaga kerja juga melemah. Kondisi ini membuat pasar semakin ragu bahwa The Fed perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Harga minyak yang kembali kehilangan momentum turut membantu emas. Energi yang lebih murah dapat meredakan tekanan inflasi, sehingga peluang kenaikan suku bunga The Fed ikut menurun meskipun ketidakpastian mengenai kesepakatan Iran dan AS di Selat Hormuz masih tinggi.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut turun setelah data tenaga kerja dirilis. Penurunan yield menjadi sentimen positif bagi emas karena biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah.
Permintaan emas juga mendapat dukungan dari investor institusi di China. Data menunjukkan posisi pada aset berbasis emas terus bertambah karena investor mencari perlindungan dari volatilitas saham teknologi, sementara permintaan fisik dan pembelian bank sentral masih cukup kuat.
Analisis Newsmaker: Momentum emas kembali bullish setelah menembus US$4.350. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed terus turun dan yield AS melemah, emas masih berpeluang melanjutkan kenaikan. Namun, setelah reli tajam, aksi ambil untung tetap perlu diwaspadai dalam jangka pendek.(yds*
Sumber: Newsmaker.id