Bursa Asia Menguat Jelang Pidato Trump!
Saham Asia melanjutkan penguatan karena investor kembali masuk ke aset berisiko seiring optimisme perang Iran mendekati akhir. Pada saat yang sama, harga minyak melemah, memperkuat sentimen bahwa risiko gangguan pasokan energi dapat mereda.
Perdagangan awal di Jepang dan Korea Selatan mengangkat MSCI Asia Pacific Index naik 0,5%. Penguatan di Asia mengikuti reli Wall Street, setelah S&P 500 naik 0,7% dan Nasdaq 100 menguat 1,2% pada Rabu, ditopang harapan de-eskalasi konflik akan memperbaiki arus minyak dari Timur Tengah dan membantu prospek pertumbuhan.
Di pasar komoditas, Brent turun lebih dari 1% dan bergerak di sekitar US$100 per barel. Indeks dolar juga melemah 0,1%, menandakan suasana “risk-on” yang lebih luas ketika kekhawatiran konflik berkepanjangan mulai berkurang.
Perhatian investor kini tertuju pada pidato prime-time Presiden AS Donald Trump pukul 9 malam waktu Timur AS, di tengah laporan bahwa Washington bisa segera menurunkan intensitas aksi militernya terhadap Iran. Meski demikian, Selat Hormuz dilaporkan masih largely closed, sehingga pasar tetap sensitif terhadap sinyal kebijakan dan perkembangan di lapangan.
Di aset lain, emas melanjutkan kenaikan dan diperdagangkan mendekati US$4.800 per ons, sementara pergerakan Treasury AS cenderung campuran setelah data tenaga kerja dan penjualan ritel AS. Investor juga mencermati risiko tambahan dari sisi kebijakan, termasuk munculnya kembali isu tarif impor baja dan aluminium serta sejumlah kabar korporasi, di tengah penilaian bahwa pemulihan arus minyak bisa tetap memakan waktu walau konflik mereda.(asd)
Sumber: Newsmaker.id