Trump Klaim Pemimpin Iran Setujui Deal Hormuz
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memahami bahwa pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah menyetujui kesepakatan dengan Amerika Serikat yang dapat membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul setelah Trump sebelumnya membatalkan rencana serangan baru terhadap Iran dan menyebut proses diplomasi sudah masuk ke level tertinggi kepemimpinan Teheran.
Saat ditanya wartawan di Gedung Putih apakah Khamenei telah menyetujui kesepakatan tersebut, Trump menjawab, “Saya memahami jawabannya ya.” Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Iran. Axios juga melaporkan bahwa persetujuan akhir dari pihak Iran masih menjadi titik krusial, sementara Tehran belum secara terbuka mengesahkan teks kesepakatan.
Kesepakatan ini penting karena dikaitkan langsung dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur utama pengiriman energi global. Iran sebelumnya mengumumkan penutupan Hormuz setelah serangan AS, meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dan gas dari kawasan Teluk.
Bagi pasar, klaim Trump memberi ruang bagi pelepasan premi risiko geopolitik. Jika Hormuz benar-benar dibuka, tekanan pada harga minyak bisa mereda, risiko inflasi energi berkurang, dan ekspektasi suku bunga tinggi dapat ikut melunak. Namun dampak itu bergantung pada apakah kesepakatan benar-benar ditandatangani dan dijalankan di lapangan.
Risikonya, komunikasi Washington dalam beberapa pekan terakhir sering berubah cepat antara ancaman militer dan klaim bahwa kesepakatan sudah dekat. Karena itu, pasar kemungkinan tetap berhati-hati sampai ada pernyataan resmi dari Iran dan rincian konkret mengenai mekanisme pembukaan Hormuz, status blokade, serta tahapan kesepakatan nuklir.
Untuk sementara, perkembangan ini menjadi sinyal positif bagi sentimen risiko, tetapi belum menghapus ketidakpastian. Fokus pasar berikutnya adalah konfirmasi Iran, jadwal penandatanganan, reaksi negara Teluk, dan apakah arus kapal melalui Selat Hormuz benar-benar kembali normal.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id